Di Duga Bak Penampungan PT.SELERAYA BELIDA (SRB) Tidak Setandar Operasional Prosedur (SOP) Dan Luapan Minyak Berdampak pada Perkebunan Karet Warga.Seharusnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Turun Tangan.


 Muara Enim --
InformasiPers.my.id.
Salah satu warga (TR) menemui Awak Media ini Dari Lima Orang di antaranya (SN),(JN),(PD), dan (DN) Warga yang Terdampak Perkebunan Karet Yang masih Produktif Tercemar oleh tumpahan Minyak mentah PT. Seleraya Belida (SRB).yang terletak di wilayah Hutan Pialing Desa Lembak,Kecamatan Lembak Kabupaten Muara Enim.di mana sampai saat ini belum ada kejelasan penganti Rugian Lahan /Kebun Karet Warga Tersebut.
Kamis (30-04-2026)
Berdasarkan temuan Awak Media ini di lapangan pada Minggu 12-04-2026 sekira pukul 16 : 41 WIB .meminta Izin kepada Scurity PT. SRB tujuan mau melihat Bak Penampungan yang Berada di dalam Area
Lokasi STASIUN PENGEPUL(SP) PT.SRB tersebut tapi, Security inisial (AM) tersebut tidak mengizinkan Dengan alasan ," nanti kami jadi salah ,
Jelasnya.
Setelah Awak media ini mengkroscek
Kelapangan yang terdampak oleh Limbah
Minyak mentah yang Berada di belakang lingkungan PT.SRB Lokasi tersebut ternyata tumpahan minyak tersebut telah memasuki lahan Perkebunan Karet Warga
Yang masih Produktif. 

Di sini ada salah satu Warga yang kebetulan Lahan / kebun Karet inisial (TR) yang Terdampak Minyak  PT. SRB menjelaskan," dia sangat kecewa sama pengurus(Humas) PT.SRB.Di mana pada Rabu 15 --04-- 2026.Kami hanya ingin di ganti Rugi sebesar Satu juta Lima Ratus Ribu Rupiah. Dan uang yang di berikan kepada kami Berlima berbeda jumlah. 
Kepada kami Ber lima ada yang Satu juta Lima Ratus dan Ada yang Satu juta,Di sini kami tidak mau terima,karena tidak sesuai, jelas Warga yang terkena Dampak 
Minyak PT. SRB tersebut.
Sedangkan tumpahan minyak sudah menyerap ketanah dan kalian sudah tahu 
Kalau minyak sudah menyerap ketanah pastilah sudah merusak pertumbuhan pohon Karet dan berdampak pada Getah Karet .dan lagian pohon karet saya yang terkena dampak minyak tersebut bukan sedikit saya hitung kurang lebih hampir Tiga
ratusan Batang.dan batang karet yang terkena Dampak Minyak Tersebut sudah kelihatan sekali, Getahnya sudah Berkurang Tambahnya,
Di sini kami berharap kepada Pihak 
PT. SELERAYA BELIDA (SRB) pengantian Pohon Karet kami sesuai dengan jumlah Nilai Pergub, jangan di ganti asal saja, tanpa Memikirkan Orang yang telah di Rugikan.Jelas warga tersebut.

Di sini sudah jelas kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pihak Pertamina Dinas yang Terkait agar dapat merespon cepat adanya kejadian seperti ini.di mana masyarakat telah cukup di Rugikan dan sangat Berdampak pada perekonomian warga Yang terdampak pencemaran Lingkungan Tersebut.Dengan kejadian ini sudah jelas PT.SELERAYA BELIDA
Sudah Mengulur -- Ngulur Waktu.

Dan Kini Publik menanti apakah kasus 
Seperti ini hanya akan berakhir Sebagai Laporan Administratif tanpa tidak lanjut,atau menjadi Momentum bagi Aparat
Daerah maupun pemerintah Pusat Untuk
Benar -- benar berpihak Pada Rakyat
dan Lingkungan.

(Red)
Share:

INDONESIA

BERITA INDONESIA

BREAKING NEWS