InformasiPers. My. Id.
Update terbaru terkait pelaporan isu perselingkuhan yang berakhir ke pernikahan sirih seorang oknum Anggota DPRD Kabupaten Muara Enim fraksi PKS inisial SY memasuki babak baru, Dewan Syariah PKS Pusat sudah mendapat Disposisi Presiden PKS A Muzamil Yusuf untuk menindak lanjuti laporan tersebut.
" Update Pak, disposisi Presiden sudah turun ke DSP DPP PKS " Bunyi pemberitahuan dari admin Setjen DPP PKS.
Beliau juga mengatakan akan terus melaporkan perkembangan terkini terkait tindak lanjut laporan tersebut. " Siap Pak " tegasnya ketika di tanya kembali.
Langkah cepat pengurus PKS Pusat ini merupakan tanggapan serius dan taktis atas isu yang berkembang dan menepis tanggapan liar masyarakat terkait dugaan dugaan pembiaran kadernya melakukan perbuatan amoral apalagi menjurus ke perselingkuhan.
PKS Pusat melakukan tranformasi kemajuan Demokrasi dan pembelaan secara luas terhadap kaum hawa dan taat terhadap Undang Undang yang berlaku di Republik ini bahwa sesungguhnya pernikahan sirih tidak sah secara hukum yang berlaku di Negara ini apalagi pelakunya merupakan pejabat publik se orang anggota DPRD dari fraksi PKS.
PKS Pusat sadar betul jika tidak di sikapi secara hati hati dan tegas terkait kultur agamis terhadap dilema menikah lagi, dampaknya sungguh sangat besar dan fatal khususnya bagi pemilih perempuan yang dengan leluasa dan enteng dapat meninggalkan kecintaannya terhadap partai dakwah PKS tersebut karena hak hak perlindungan perempuan tidak seimbang dan kerdil jika pernikahan sirih di lindungi secara kepartaian.
Akan muncul pertanyaan pertanyaan besar, belum memimpin Indonesia saja sudah begitu kadernya salah di tutup tutupi, di biarkan bahkan di lindungi bagaimana nanti jika di beri amanah memimpin Negeri, Ngeri martabat Partai layu.
Sementara itu.
Tidak terbayangkan bagaimana hancurnya hati kader perempuan PKS melihat musibah istri sah SY yang harus menjalani hidup bersama anak anaknya yang masih kecil kecil sedangan SY asik bercumbu dengan wanita idaman lain.
Apalagi gono gini pengahasilan dan nafkah pemberian SY mengerus tipis dan banyak mengalir ke pujaan hati yang baru, yang lebih parah lagi akal sehat SY sudah hilang tertutupi nafsu birahi ber mewah mewah bersama KR.
Akhir ceritanya istri SY hanya bisa mencurhatkan isi hatinya kepada sesama kader perempuan PKS yang tampa di sadari kisah tersebut juga dapat terjadi kepada mereka kader kader perempuan PKS.
Sungguh dilema maha dasyad bagi istri sah SY, satu sisi istri SY terkukung tak melapor karena aib keluarga, satu sisi pembelaan terhadap emansipasi wanita dari para pengurus PKS di daerah terhadap dirinya tipis, kerdil dan seolah acuh, apa barang kali mereka sesama lelaki juga berpikiran sama, waduh parah mau di bawah kemana partai berselogan dakwah tersebut.
Kejadian tersebut seperti api di dalam sekam dan bom waktu ketika mendekati pemilu, kader kader perempuan dapat drastis mundur tampa berita berjuang membesarkan partai, karena rasa takut nasib serupa menimpa mereka.
Dan yang paling meledak dan sudah pasti kedepan nanti, para pemilih perempuan se Indonesia emoh, ogah alias tak mau bahkan alergi terhadap partai PKS yang selama ini di anggap tidak berpihak kepada hak hak hidup harmonis berkeluarga, hak anak anak yang butuh perhatian juga dari seorang ayah.
Tidak hanya sampai di sana blunder blunder lain juga bergeser kepada isu sentimental pimpinan PKS daerah atas ketakutan jika non kader menerima hak PAW, ada apa dengan mereka jika bersih mengapa risih dan jika non kader di angap tidak benar dan jahat mengapa di tawari menjadi caleg, tentu publik dan netizens menebak nebak sebenarnya partai semacam apakah PKS ini.
Atas isu dan dampak tidak baik ke depan yang tidak baik baik tersebut, seharusnya pengurus DPD PKS Muara Enim berpikir rasional dan segera mengeluarkan rekomendasi pemecatan SY ke Dewan syari'ah PKS pusat.
Bagaimana mau menyasar suara perempuan jika ??.





